Kamis, 26 April 2012

Bila Semua Bisnis Gagal

Apa yang kita lakukan jika telah beusaha dengan tekun, dan telah mengerahkan seluruh tenaga, tetapi masih gagal? Dengan kata lain, bagaimana jika semua yang kita lakukan gagal total? Sesungguhnya akibat dari kegagalan adalah kita tidak mempunyai waktu untuk berpikir kreatif untuk menyempurnakan produk yang ada atau menghasilkan produk baru atau usaha baru yang belum terpikirkan.
Umumnya karir dan ketrampilan yang kita miliki terpaku dengan lingkungan dimana kita dibesarkan. Seorang petani mendidik anaknya sebagai calon petani, dokter mengajar anaknya sebagai calon dokter, dan seorang politikus mendidik anaknya sebagai calon politikus. Kadang kala apabila seorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dibidang tersebut.
Pernahkah anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu ketika masih kanak-kanak saya masih ingat bagaimana banyak orang yang ragu akan produk-produk Jepang yang dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma lainnya. Tapi sekarang seakan-akan sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya belaku di Negara kita saja, tetapi bahkan diseluruh dunia.
Orang-orang Jepang  tidak mencipatakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, TV atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak banyak menciptakan benda. Yang mereka lakukan hanyalah “meniru”, menyempurnakan dan memperbaiki barang yang sudah ada, dan lihatlah kesuksesan sekarang.
Jika anda menyadari bahwa anda tidak berhasil mencapai tujuan anda dimana anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri anda dengan pekerjaan yang member peluang meraih sukses dimasa dating dengan lebih baik.  Janganlah anda menggantungkan diri anda pada satu keterampilan saja. Ingat, manusia mempunyai kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan mempercayai bahwa seseorang harus hidup dan mati dalam satu bidang saja. Jika orang lain dapat sukses, maka anda juga bisa. Ada orang yang mungkin gagal dalam suatu bidang usaha tetapi sukses sekali dalam bidang lain.
(Membangkitkan Entrepreneur Power, karya Valentino Dinsi, SE, MM, MBA.)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar